Halo Marketer Semua,
Selamat Tahun Baru 2012, semoga di tahun ini anda semua mendapatkan apa yang diinginkan dan wish you the best in 2012.
Seperti biasa pada awal tahun baru biasanya pada acara televisi-televisi banyak menampilkan sejarah atau kilas balik tahun lalu tapi untuk hari ini saya akan kilas balik sejarah lahirnya pemasaran, semoga dengan kilas sejarah pemasaran para pembaca semakin mengerti apa itu pemasaran.
Ok . . . kita mulai kilas balik SEJARAH singkat pemasaran itu seperti apa sih ? let’s go . . . Siap mendengarkan pembaca eh salah maksudnya siap membaca ….siap. Ok kalo gitu saya akan mulai nih.
Pada zaman dahulu kala (biasa narasi singkat dongeng) orang-orang tuh tinggal di gua-gua dan dihutan (yah iyalah belum ada yang namanya apartment dan kondominium kayak hari ini), oleh karena itu sumber makanan mereka, mereka dapatkan dari berburu binatang yang ada di hutan-hutan dan daerah sekitarnya.
Selain itu ada juga orang-orang yang tinggal di tepi laut itu, karena itu sumber makanan mereka dari menangkap ikan, dan kagak usah ditanya pasti yang makan ikan, ikan dan ikan lagi (Ok aku mendengar suara protes yang katanya loh emang dilaut kagak ada makanan lain selain ikan ? Jawabnya ada tapi untuk cerita ini diasumsikan ikan dulu ok.
Sekali lagi untuk penyederhanaan cerita dongeng ini maka yang dihutan makannya DAGING melulu dan yang di laut makannya IKAN melulu ……. tahu donk apa yang terjadi ?? Ayooo tebak ?? Masih kagak tau juga (geleng-geleng kelapa eh salah kepala). Yah sampean gimana kalo dikasih makan yang sama melulu . . . pastilah boseeeeennya kagak ketolong hehehe. Masak makan yang itu-itu aja.
Karena hal diatas timbulnya ide untuk menukar barang yang satu dengan yang lainnya, yang kita nama kan dengan BARTER. Jadi orang yang dihutan bisa makan ikan, yang di laut bisa makan daging. Gitu ceritanya. Dan jangan salah loh barter masih dilakukan sampai saat ini.
Dengan adanya barter itu maka mulailah terjadi pertukaran barang antara yang satu dengan yang lain. Dan barter ini bisa dianggap sebagai asal mulanya munculnya yang sekarang kita sebut dengan uang. Yang mana sekarang telah berganti menjadi mata uang.
Nah dari barter itu muncullah deh ide untuk kumpul bersama pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Dari ide itu muncullah yang namanya pasar. Di pasar tersebut orang-orang berkumpul untuk membarter barang-barang yang mereka punyai dengan barang-barang lainnya. Eit tunggu dulu masalah mulai bermunculan ayo coba tebak masalah apakah itu ? . . . . . masih bingung ? yah sudah tak kasih jawabannya.
Masalahnya adalah nilai suatu barang yang cukup seimbang untuk ditukarkan dengan barang lainnya.
Contoh sederhana :
Misalnya ada 1 ekor sapi seharusnya bisa ditukarkan dengan berapa ikat sayuran ataupun berapa ekor ayam ? Ayoo tahukah anda jawabannya ? Saya saja bingung 1 sapi mau ditukarkan berapa ekor ayam yah ?
Karena itu mereka sepakat semua untuk menukarkan barang – barang yang mereka bawa dengan alat tukar lainnya. Yang dimana saat itu menggunakan batu berharga maupun logam berharga.Nah saat itulah asal muasal yang sekarang dikenal dengan mata uang yang sekarang kita gunakan sehari – hari dalam membeli dan menjual barang. Singkat kata setelah masalah tukar menukar berhasil di selesaikan dengan ditemukan mata uang maka mulai muncullah yang namanya persaingan dengan sesama penjual dalam satu pasar.
Contoh lagi : Pasar A memiliki 3 penjual beras dimana Penjual A menjual beras SUPER dengan kualitas yang SUPER. Penjual B menjual beras merah yang memiliki kualitas SERAT yang lebih baik dibandingkan dengan beras lainnya. Penjual C menjual beras dengan HARGA yang cukup rendah dibandingkan dengan beras-beras lainnya diatas.
Nah masing-masing penjual mau donk supaya dagangannya laku dan terjual habis. Karena itu mereka mulai menarik perhatian pengunjung pasar supaya para pembeli membeli beras yang mereka jual dengan menggunakan berbagai cara. Saat itulah pertama kali lahirlah yang namanya marketing atau pemasaran. Usaha para penjual dalam menjajahkan barang dagangannya itulah yang dinama dengan marketing sederhana.
Dimana mereka berusaha mempekenalkan barang dan kualitas barang mereka masing-masing. Melihat contoh diatas pedagang A akan berbicara bahwa beras yang dijualnya memiliki rasa yang paling enak. Pedagang B akan mengatakan bahwa beras merahnya unik dan cocok dalam menjaga kesehatan karena kandungan serat yang tinggi. Serta pedagang C akan menonjolkan harga berasnya yang bersaing harganya dibandingkan dengan beras-beras lainnya.
Nah sebelum melanjut lebih jauh, pada marketing saat ini ada istilah STPD ? Ayoo apakah STPD itu ? Bukan deterjen ataupun makanan yach. STPD merupakan singkatan dari
S = Segmetation ( Bagian )
T = Targeting ( Sasaran )
P = Positioning ( Posisi )
D = Differentiation ( Perbedaan )
Nah untuk pembahasan STPD akan saya lanjutkan kemudian hari ok . . . jadi bagi yang penasaran tunggu terus kelanjutannya di belajarpemasaran.wordpress.com.