Sejarah Pemasaran, mau tahu seperti apa ?

Halo Marketer Semua,

Selamat Tahun Baru 2012, semoga di tahun ini anda semua mendapatkan apa yang diinginkan dan wish you the best in 2012.

Seperti biasa pada awal tahun baru biasanya pada acara televisi-televisi banyak menampilkan sejarah atau kilas balik tahun lalu tapi untuk hari ini saya akan kilas balik sejarah lahirnya pemasaran, semoga dengan kilas sejarah pemasaran para pembaca semakin mengerti apa itu pemasaran.

Ok . . . kita mulai kilas balik SEJARAH singkat pemasaran itu seperti apa sih ? let’s go . . .  Siap mendengarkan pembaca eh salah maksudnya siap membaca ….siap. Ok kalo gitu saya akan mulai nih.

Pada zaman dahulu kala (biasa narasi singkat dongeng) orang-orang tuh tinggal di gua-gua dan dihutan (yah iyalah belum ada yang namanya apartment dan kondominium kayak hari ini), oleh karena  itu sumber makanan mereka, mereka dapatkan dari berburu binatang yang ada di hutan-hutan dan daerah sekitarnya.

Selain itu ada juga orang-orang yang tinggal di tepi laut itu, karena itu sumber makanan mereka dari menangkap ikan, dan kagak usah ditanya pasti yang makan ikan, ikan dan ikan lagi (Ok aku mendengar suara protes yang katanya loh emang dilaut kagak ada makanan lain selain ikan ? Jawabnya ada tapi untuk cerita ini diasumsikan ikan dulu ok.

Sekali lagi untuk penyederhanaan cerita dongeng ini maka yang dihutan makannya DAGING melulu dan yang di laut makannya IKAN melulu ……. tahu donk apa yang terjadi ?? Ayooo tebak ?? Masih kagak tau juga (geleng-geleng kelapa eh salah kepala). Yah sampean gimana kalo dikasih makan yang sama melulu . . . pastilah boseeeeennya kagak ketolong hehehe. Masak makan yang itu-itu aja.

Karena hal diatas timbulnya ide  untuk menukar barang yang satu dengan yang lainnya, yang kita nama kan dengan BARTER. Jadi orang yang dihutan bisa makan ikan, yang di laut bisa makan daging. Gitu ceritanya. Dan jangan salah loh barter masih dilakukan sampai saat ini.

Dengan adanya barter itu maka mulailah terjadi pertukaran barang antara yang satu dengan yang lain. Dan barter ini bisa dianggap sebagai asal mulanya munculnya yang sekarang kita sebut dengan uang. Yang mana sekarang telah berganti menjadi mata uang.

Nah dari barter itu muncullah deh ide untuk kumpul bersama pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Dari ide itu muncullah yang namanya pasar. Di pasar tersebut orang-orang berkumpul untuk membarter barang-barang yang mereka punyai dengan barang-barang lainnya. Eit tunggu dulu masalah mulai bermunculan ayo coba tebak masalah apakah itu ? . . . . . masih bingung ? yah sudah tak kasih jawabannya.

Masalahnya adalah nilai suatu barang yang cukup seimbang untuk ditukarkan dengan barang lainnya.

Contoh sederhana :
Misalnya ada 1 ekor sapi seharusnya bisa ditukarkan dengan berapa ikat sayuran ataupun berapa ekor ayam ? Ayoo tahukah anda jawabannya ? Saya saja bingung 1 sapi mau ditukarkan berapa ekor ayam yah ?

Karena itu mereka sepakat semua untuk menukarkan barang – barang yang mereka bawa dengan alat tukar lainnya. Yang dimana saat itu menggunakan batu berharga maupun logam berharga.Nah saat itulah asal muasal yang sekarang dikenal dengan mata uang yang sekarang kita gunakan sehari – hari dalam membeli dan menjual barang. Singkat kata setelah masalah tukar menukar berhasil di selesaikan dengan ditemukan mata uang maka mulai muncullah yang namanya persaingan dengan sesama penjual dalam satu pasar.

Contoh lagi : Pasar A memiliki 3 penjual beras dimana Penjual A menjual beras SUPER dengan kualitas yang SUPER. Penjual B menjual beras merah yang memiliki kualitas SERAT yang lebih baik dibandingkan dengan beras lainnya. Penjual C menjual beras dengan HARGA yang cukup rendah dibandingkan dengan beras-beras lainnya diatas.

Nah masing-masing penjual mau donk supaya dagangannya laku dan terjual habis. Karena itu mereka mulai menarik perhatian pengunjung pasar supaya para pembeli membeli beras yang mereka jual dengan menggunakan berbagai cara. Saat itulah pertama kali lahirlah yang namanya marketing atau pemasaran. Usaha para penjual dalam menjajahkan barang dagangannya itulah yang dinama dengan marketing sederhana.

Dimana mereka berusaha mempekenalkan barang dan kualitas barang mereka masing-masing. Melihat contoh diatas pedagang A akan berbicara bahwa beras yang dijualnya memiliki rasa yang paling enak. Pedagang B akan mengatakan bahwa beras merahnya unik dan cocok dalam menjaga kesehatan karena kandungan serat yang tinggi. Serta pedagang C akan menonjolkan harga berasnya yang bersaing harganya dibandingkan dengan beras-beras lainnya.

Nah sebelum melanjut lebih jauh, pada marketing saat ini ada istilah STPD ? Ayoo apakah STPD itu ? Bukan deterjen ataupun makanan yach.  STPD merupakan singkatan dari

S = Segmetation ( Bagian )
T = Targeting ( Sasaran )
P = Positioning ( Posisi )
D = Differentiation ( Perbedaan )

Nah untuk pembahasan STPD akan saya lanjutkan kemudian hari ok . . .  jadi bagi yang penasaran tunggu terus kelanjutannya di belajarpemasaran.wordpress.com.

5 Tahapan ‘Marketing Campaign’ Trilogi – Part 2

Halo Marketer Semua,

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya pada Blog saya sebelumnya “5 Tahapan ‘Marketing Campaign’ Trilogi – Part 1″ bahwa ada beberapa tahapan dari marketing campaign sampai ke proses penjualan.

Dan dalam tulisan sebelumnya saya menjelaskan menggenai hubungan pacaran yang mana diawali
dengan kenalan terus menjadi teman dan jika satu sama lain tertarik maka akan menjadi pacar.

Sebenarnya dalam dunia marketing / pemasaran hal tersebut juga berlaku dan tidak berbeda jauh dengan pola kehidupan sehari-hari. Kembali ke . . . topik, setelah suatu perusahaan melakukan Marketing Campaign maka hal yang pertama yang didapatkan adalah awareness calon pelanggan anda terhadap produk,jasa ataupun perusahaan anda.

Setelah calon pelanggan mulai mengenal anda, perlu dilakukan brand activation agar calon pelanggan lebih tertarik untuk mencoba produk anda. Karena saat ini sudah begitu penuh kompetisi yang ada sehingga perlu cara-cara yang lebih segar, kreatif dan innovatif  dalam merebut hati calon konsumer.

Tidak jauh berbeda saat anda suka dengan pujaan hati, jika anda (pria)  pastinya akan mencoba hal-hal yang membuat anda mendapatkan kesan baik dimata pujaan hati anda. Begitu juga jika anda(wanita), anda akan belajar hal-hal yang dapat menarik hati pujaan anda.

Nah . . . begitu juga pola yang berlaku dalam pemasaran, pelanggan anda juga perlu dibujuk rayu agar mau dan tertarik dengan produk dan jasa anda (dibujuk rayu dengan memprioritaskan intergritas dan kepercayaan). Kagak percaya bahwa anda telah dibujuk rayu oleh produsen ? Jika tidak percaya perhatikan banyaknya diskon yang diberikan, apalagi jika sudah mendekati akhir tahun.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Awarenss dan Interest, saya sebelumnya telah menulis hal tersebut dengan judul “Image building’ vs  ‘Brand Activation”. Silakan mampir yah,

Ok . . .setelah anda melakukan serangkaian usaha dalam mendapatkan hati pelanggan baru anda, maka produk atau jasa anda akan melewati serangkaian evaluasi dari konsumer anda. Tidak berbeda ketika anda dan pujaan hati memasuki tahapan pacaran dimana anda dan pujaan hati mengevaluasi lebih dalam tentang kepribadian masing-masing.

Jika tahap evaluasi berhasil dilewati dengan baik maka akan memasuki tahapan komitmen. Yang mana dalam suatu hubungan adalah perkawinan, sedangkan dalam marketing/pemasaran adalah anda mendapatkan kesetiaan pelanggan akan barang dan jasa anda*.

(* Catatan : Mengenai kesetiaan pelanggan perlu anda ketahui bahwa di dalam pasar terdapat berbagai macam profile pelanggan dan ada profile pelanggan dengan ciri khas tertentu yang pada dasarnya memang suka mencoba – coba produk lain/baru (tidak setia), jadi saran saya adalah fokus-lah pada pelanggan setia anda dan berikan pelayanan yang lebih baik kepada mereka).

Untuk tahap Commitment dan Referral akan saya jelaskan lebih jauh pada blog saya selanjutnya Part 3 yang juga merupakan bagian terakhir. Di tunggu ok tanggal mainnya , to be continue . . .

Salam Marketing

Wijaya

5 Tahapan ‘Marketing Campaign’ Trilogi – Part 1

Halo semuanya bagaimana kabarnya semua ? Saya harap semua pembaca selalu sehat dan bugar. Serta siap menghadapi hari demi hari dengan semangat pagi.

Saya hari ini akan coba berbagi mengenai apa sih yang disebut dengan Marketing Campaign dan apa saja tahapan yang ada didalamnya. Tapi sebelum saya menjelaskan lebih lanjut ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada anda semua.

Jika boleh tahu pada waktu SMP atau SMA dulu apakah anda pernah jatuh hati atau suka dengan pasangan lawan jenis anda ? Ok . . .saya mendengar banyak jawaban mengenai hal ini dan banyak juga yang menanyakan kembali kepada saya apa hubungan Marketing Campaign dengan pertanyaan diatas. ?

Untuk mudah-nya saya asumsikan bahwa anda pernah yah. Pas waktu itu apa sih yang akan anda lakukan untuk mendekati pujaan hati, kalau yang saya lakukan pertama kali adalah saya berkenalan dengan pujaan hati.Betul atau Benar ?

Terus apa hubungan pujaan hati dengan topik ini, sabar dulu . . . kan belum habis ceritanya, setelah anda kenalan, pasti-nya anda akan mencoba mencari tahu lebih banyak tentang si pujaan hati dan apa saja yang si dia tertarik dan tidak tertarik. Dan pastinya tidak lupa kita akan melakukan terbaik kita agar si pujaan hati juga tertarik kepada kita dengan cara-cara yang kadang sangat kreatif dan original. Pastinya tidak akan saya jelaskan disini karena saya nanti dikomplain :) .

Pasti ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui terlebih dahulu sebelum pujaan hati menjadi pacar anda. Tahap pertama adalah kenal dengan anda terlebih dahulu. Yang kemudian baru dilanjutkan menjadi Teman dan baru kemudian jika si pujaan hati juga tertarik kembali kepada anda maka anda akan lanjut ke tahap selanjutnya yaitu pacaran, yang mana maksud dan tujuan dari pacaran tersebut adalah evaluasi apakah kita dengan pasangan cocok satu sama lainnya dan untuk mengenal lebih dalam lagi pasangan kita, betul atau benar ?

Terus setelah pacaran yang cukup intens dan dalam waktu tertentu apa yang terjadi ? Bisa anda tebak ? Sudah pasti disusul oleh perkawinan dan komitmen jika tahapan pacaran berhasil dilewati dengan baik.

Ok . . . terus apa hubungannya dengan marketing campaign dengan cerita diatas ?? Hubungannya silakan lihat gambar dibawah biar lebih mudah. Gambar dibawah merupakan tahapan dari Marketing Campaign sampai dengan terjadinya penjualan dan repetition.

Tahapan Marketing CampaignSeperti yang dapat anda lihat pada gambar disamping bahwa tahapan pertama dari Marketing Campaign adalah  Awareness.

Mengapa tahap Awareness menjadi tahapan yang pertama ? Kok bukan tahapan lainnya ?

Sebelum saya menjawab pertanyaan disamping, saya ingin menanyakan kepada anda jika anda sebagai konsumer tidak pernah mendengar ataupun mengetahui jasa dan produk suatu perusahaan XYZ, apakah ada kemungkinan anda akan membeli dari perusahaan XYZ ?

Jawaban anda tentang pertanyaan diatas sudah menunjukkan bertapa pentingnya tahapan Awareness ini dan semua perusahaan baik yang besar maupun yang kecil mengejar tahapan Awarenss ini. Karena jika tahap Awareness tidak anda lakukan bagaimana calon konsumer anda mengetahui produk dan jasa anda.

Seperti illustrasi diatas jika anda menyukai seseorang tapi orang yang anda suka tidak pernah berkenalan dengan anda dan mengetahui anda ada, mungkin tidak anda pacaran dengan si pujaan hati ?

Setelah tahapan Awareness akan disusulkan dengan tahapan Interest yang mana akan saya jelaskan blog saya selanjutnya Part 2.

To be continue . . .

Salam Marketing

Wijaya

Optimal Thinking …

Halo Semua,

Saya merasakan semakin hari tantangan yang kita hadapi makin lama makin besar. Dan menuntut cara berpikir yang berbeda yang dalam bahasa jawa-nya ‘different way of thinking‘. Oleh karena itu saya terpicu untuk kembali menulis topik ini dengan berharap dapat membantu anda semua. Saat ini menurut saya ‘positif thinking is good but not enough‘ tapi jika anda memiliki positif thinking masih akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tidak memilikinya sama sekali atau malahan negatif thinking. Dan juga ada cara benarnya dalam berpikir positif bukan hanya dengan pasrah, dan berharap dengan berpikir positif segala sesuatunya akan membaik tanpa berbuat apa-apan. Untuk jelasnya anda dapat membaca kembali blog saya di sesi inspirasi ‘bahaya berpikir positif’.

Untuk melengkapi topik sebelumnya ‘bahaya berpikir positif’, saya kembali menulis satu topik inspirasi yang saya harap dapat membantu anda semua di era abad informasi. Serta sudah saat-nya kita mengoptimalkan cara berpikir kita dari hanya Positif Thinking menjadi Optimal Thinking. Jadi dalam topik ini berpikir optimal merupakan kelanjutan dari berpikir positif, yang mana dalam optimal thinking fokus pemikiran adalah bagaimana penyelesaian tantangan/masalah yang win-win solution atau singkatnya penyelesaian masalah yang sama-sama menang dan kedua belah pihak happy and commit untuk menjalankan hasil keputusan tersebut

Beberapa tip-tip untuk anda agar dapat terus berpikir positif dan menuju pemikiran optimal

1. Fokus dengan bagaimana menyelesaikan suatu tantangan bukan mencari masalah dan alasan (Problem Solving)
Yang difokuskan adalah apa yang dapat SEGERA dilakukan sekarang agar tantangan yang ada dapat segera diatasi

2. Hindari mencari Kambing Hitam tapi mengambil tanggung jawab tersebut (Be Responsible)
Ambil Tanggung Jawab dan akui kesalahan anda dengan jujur serta berusaha untuk memperbaiki dikemudian hari

3. Tetap Objektif … nah untuk hal ini susah-susah gampang … gampang-gampang susah
Saran saya adalah cari pandangan dari orang lain yang menurut anda cukup bijak/kompeten dan minta masukkan mereka

Semoga dengan tulisan diatas anda dapat semakin termotivasi dan bersemangat dalam menyelesaikan tantangan yang ada.

Salam Inspirasi

Wijaya T.

Social Media Marketing – Apa lagi tuh ?

Halo semua,

Tidak terasa cukup lama juga saya tidak menulis dalam blog. Topik hari ini saya akan coba berbagi mengenai Sosial Media Marketing. Bagi teman – teman yang telah terbiasa dengan intenet, apa yang akan saya bahas kali ini sudah tidak asing.

Meskipun demikian saya tetap menulis hal ini karena saya melihat masih banyak orang yang masih belum melihat peluang yang dapat diperoleh dari Social Media Marketing yang bahasa canggihnya SMO (Social Media Optimization).

Untuk kali ini saya akan menuliskan tentang bagaimana kita dapat memasarkan produk dan jasa kita menggunakan Twitter.
Tapi sebelum saya membahas bagaimana twitter dapat membantu kita memasarkan produk dan jasa kita ada baiknya tahu dulu apa sih yang namanya Twitter ?

Twitter adalah sebuah jaringan sosial berupa mikroblog yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan teks. Karena Twitter merupakan mikroblog maka maksimal teks yang dapat dikirimkan hanya 140 karakter. Teks tulisan ini juga dapat dilihat oleh semua orang yang tergabung dalam satu akun (yang mana disebut follower). Jadi singkat kata Twitter adalah Internet SMS yang anda dapat mengirimkan pesan/info anda kepada komunitas anda mana didalamnya bisa terdapat link yang menghubungkan website anda, facebook anda, photo online anda ataupun video anda kepada komunitas anda di twitter.

Kembali ke pertanyaan sebelumnya ? Bagaimana twitter dapat membantu anda dalam memasarkan produk dan jasa anda ? Jawabnya : Mudah saja, anda dapat menggunakan twitter sebagai sarana anda dalam menyebarkan informasi tentang promo anda, informasi tentang peluncuran produk baru anda atau juga sebagai sarana untuk menginformasikan event-event anda kepada konsumer anda.

Jadi mulailah sekarang untuk terus menerus menambah follower anda dalam twitter anda dan juga mengikuti twitter orang lain. Dan pastikan anda terus menerus update melalui twitter anda, informasi yang berguna bagi follower anda dan saya pastikan mereka akan terus menerus mengikuti anda setiap waktu. Sebagai langkah awal saya silakan follow twitter saya disamping kanan ini.

Salam Marketing

Wijaya T.

Extended Marketing Mix (7P) – Part 2

Alow marketer semua …

Wah … ternyata untuk part 2 ini sudah ditungguin oleh beberapa pembaca setia blog belajarpemasaran … sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas waktunya yang telah disisihkan untuk mau terus dan terus belajar terutama belajar bersama dengan blog belajaspemasaran.

Pada Extended Marketing Mix (7P) part 1 sudah saya jelaskan 4P yang umumnya para marketer sudah sering dengar,
untuk part 2-nya saya akan coba share kepada marketer semua tentang 3P tambahannya yang umumnya digunakan untuk industri jasa, untuk produk juga boleh malahan menambah value anda di mata konsumer.

Ok lanjut dah… part 2 neh :)

5. People (Sumber Daya Manusia)

Sumber daya manusia adalah semua orang yang terkait dalam satu usaha. Jadi mulai dari konsumer sampai dengan puncak management.

Lho kok konsumer diikut sertakan … yach iyalah masak iya donk :) malahan konsumer menjadi salah satu sumber daya manusia yang paling menguntungkan lho … kok bisa ??

Yach bisa lah dengan menjaga konsumen kita sebaik – baiknya dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen kita, maka konsumen kita akan menjadi salah satu sales person untuk produk / jasa anda (pemasaran mulut ke mulut).

Akan tetapi hal itu perlu didukung dengan sistem penerimaan dan penempatan karyawan yang baik. Jadi karyawan memiliki sikap, interpersonal skill dan pengetahuan akan produk / jasa yang baik.

Note: Konsumer yang tidak puas akan menjadi teroris untuk perusahaan anda dimana mereka akan menyarankan kepada teman-temannya maupun rekan-rekannya untuk tidak menggunakan produk / jasa perusahaan anda … jadi waspadalah … waspadalah !!!

6. Process (Proses)

Proses adalah serangkaian prosedur / mekanisme / aktivitas dalam menghasilkan suatu produk / jasa dan pelayanan konsumer.

Hal ini dikenal umumnya dikenal dengan Customer Management Process atau Standard Operational Procedure sehingga mutu pelayanan perusahaan anda dapat dipertahankan.

Penting sekali untuk perusahaan memiliki S.O.P yang baik dan jelas, selain berguna untuk mempertahakan mutu pelayanan anda, S.O.P dapat digunakan untuk sistem kontrol bagi perusahaan anda. Percaya deh dengan memiliki sistem yang baik perusahaan anda dapat lebih mudah di monitor dan dikontrol.

Jika kagak percaya perusahaan – perusahaan frannchise sangat kuat dari sisi S.O.P -nya loh. Meskipun perusahaan anda tidak akan menjadi franchisor, sangat saya saran kan untuk belajar dari perusahaan – perusahaan frachisor.

7. Physical Evidence (Kesan Nyata)

Sedangkan yang dimaksud dengan Physical Evidence / kesan nyata adalah persepsi calon konsumer anda pada waktu mendatangi perusahaan/kantor anda, penampilan karyawan ataupun kartu nama perusahaan anda.

Apakah kesan yang dirasakan konsumen anda baik, buruk, rapi, professional dan sebagainya sangat tergantung bagaimana anda mengatur hal – hal ini mulai design interiol, exteriol, seragam karyawan anda, tampilan kartu nama perusahaan anda, nama perusahaan anda, logo perusahaan anda dan masih banyak lagi.

Ada yang menanyakan emang penting yach hal – hal diatas tersebut ? Kan ada yang bilang kalo beli buku jangan di nilai dari cover nya. Tapi coba apa yang terjadi di dunia nyata, apa – apa dilihat dari image kan … makanya ada istilah jaim (jaga image).

Sekali lagi jangan hanya terkesan professional akan tetapi produk / jasa anda tidak memberikan nilai tambah, jadi ingat selalu targetkan long term relationship bukan short term relationship.

Jadi kesan nyata ini lebih cenderung untuk membuat persepsi pertama calon konsumer anda positif dan percaya bahwa perusahaan anda memang mampu memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga ujung -ujungnya memudahkan segala proses pelayanan, penjualan, negosiasi antara anda dengan calon konsumer anda.

Semoga dengan artikel ini para marketer makin terbuka wawasannya … cheeer

Salam Marketing

Wijaya T.

Extended Marketing Mix (7P) – Part 1

Extended Marketing Mix (7P)

Alow Marketer Semua …

Hari ini saya akan mencoba membantu teman – teman marketer untuk lebih memahami apa yang disebut dengan Marketing Mix. Pada awalnya Marketing Mix terdiri dari 4P atau yang sering disebut dengan Traditional Marketing Mix. Nah 4P ini umumnya digunakan untuk produk yang berupa produk (Nah marketer bingung apa maksudnya neh ? Tenang akan saya jelaskan nanti dibawah). Sedangkan untuk 7P lebih penyesuaian untuk digunakan untuk produk yang berupa jasa.

Karena saat ini produk yang dijual di pasaran dapat berupa produk barang maupun produk jasa / pelayanan). Karena itu untuk produk yang berupa jasa Marketing Mix yang ada saat itu kurang dapat memenuhi sehingga lahirlah Extended Marketing Mix yang terdiri dari 7P.

Adapun 7P tersebut terdiri dari :

1. Product
2. Place
3. Price
4. Promotion
5. People
6. Process
7. Physical Evidence

Sengaja saya tulis dalam bahasa aslinya yaitu bahasa English jadi bagi yang kurang bahasa englishnya akan saya jelaskan dibawah ini.

1. Product (Produk)

Pada dasarnya yang dimaksud dengan produk adalah barang atau jasa yang dibutuhkan oleh calon konsumer karena dengan persaingan yang sangat kompetitif saat ini semua produk itu bagus.

Malahan dibeberapa negara maju seperti Amerika hak – hak konsumer dilindungi secara hukum. Sehingga para marketer untuk ke depannya perlu memikirkan bagaimana satu produk yang akan anda tawarkan bagaimana memenuhi kebutuhan – kebutuhan konsumer anda. Jika memang belum ada kebutuhan ciptakanlah kebutuhan tersebut.

2. Place (Tempat)

Yang dimaksud dengan tempat adalah dimana konsumer dapat membeli produk / jasa anda baik virtual melalui internet atau secara nyata dengan adanya tempat secara nyata (dapat berupa rumah, toko, perusahaan dsb).

Karena dengan perkembangan teknologi internet yang luar biasa sudah banyak sekali toko – toko online tanpa adanya tempat nyata yang menjual produk – produk mereka.

3. Price (Harga)

Harga merupakan sejumlah uang yang dibayarkan calon konsumer untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumer.

Dalam menentukan harga ada beberapa komponen yang perlu para marketer pikirkan antara lain : harga dasar / baku, harga kompetitor anda, market share dll.

4. Promotion (Promosi)

Promosi adalah bagaimana cara para marketer mengkomunikasikan produk atau jasa anda. Saat ini 3P diatas semakin lama semakin tidak berarti.

Jika tidak percaya makin banyak produk / jasa yang dibagikan secara GRATIS dimana harga menjadi kurang berarti, dengan adanya internet dimana saja anda dapat membeli barang / jasa tersebut menjadikan tempat kurang berarti dan saat ini sangat banyak sekali pengganti atau kompetisi akan produk / jasa sehingga produk juga semakin kurang berarti.

Akan tetapi tidak begitu dengan Promosi, saat ini promosi sangat – sangat penting (yach karena makin banyaknya kompetisi). Karena itu saya sangat mengfokuskan diri saya tentang P yang satu ini.

Adapun elemen – elemen dalam promosi ini melingkupi : iklan, publik relasi, pemasaran dari mulut ke mulut,penjualan langsung, penjualan, media dan budget.

Wuah panjang juga yach… karena itu saya bagi menjadi 2 bagian, biar yang pada baca tidak pada tidur karena kepanjangan. Ok ditunggu saja lanjutkan Extended Marketing Mix – Part 2 yang menjelaskan 3P sisanya dari Extended Marketing Mix.

Salam Marketing

Wijaya

Target Market is Everybody …

Target Market is Everybody …

Yo Marketer semua …

Sudah beberapa waktu ini saya tidak menulis blog tentang pemasaran.
Mohon maklum saya sedang disibukkan oleh beberapa project dan nganguan kesehatan yang cukup serius sehingga terpaksa deh cuti menulis dulu tapi sekarang sudah berhasil dilewati dengan baik.

Sebelum saya membahas topik diatas perkenankanlah saya menceritakan sesuatu yang cukup mengelitik pemikiran saya.
Saya beberapa waktu yang lalu sempat ngobrol – ngobrol dengan Andy salah satu kenalan dari teman saya Rudy.

Nah Andy ini merupakan owner dari sebuah perusahaan restoran.
Yang mana memiliki permasalahan bahwa restorannya kurang ramai alias sepi pengujung T_T

Setelah berdiskusi beberapa lama kemudian saya menanyakan strategi STPD dan Marketing Mix yang dilakukan Andy.
Ayoo jika anda lupa silakan baca blog saya pemasaran bagian ke 3 biar di refresh kembali.
Ok untuk memudahkan anda STPD singkatan dari Segmentation, Targeting, Positioning dan Difference. Dan Marketing Mix merupakan 4P (Place, Promotion, Product, Price) akan tetapi saat ini marketing mix sudah 7P (People, Process, Physical Evidence) … akan saya bahas lebih jauh tentang marketing mix (7P), jadi tunggu saja tanggal mainnya :)

Dari hasil diskusi ini saya mengetahui bahwa ternyata target market andy untuk restorannya adalah semua orang atau bahasa jawa-nya everybody.

Ok, dari pendapat pribadi saya tidak menyalahkan Andy yang membidik target pasar semua orang. Khan makin besar pangsa pasar makin besar kesempatan terjadinya penjualan.

Dari sisi marketing saya sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Andy. Kenapa Anda bertanya ?

Karena jika satu perusahaan mencoba membidik semua orang yang ada dipasar sudah dapat dipastikan akan membutuhkan sumber daya yang luar biasa besar.

Selain itu hal tersebut akan mempengaruhi Positioning dan Branding Produk yang ada malahan akan menimbulkan kesan bahwa produk andy tidak memiliki perbedaaan sama sekali atau bahasa kerennya disebut USP (Unique Selling Preposition).

Saya perlu mengingatkan kepada para marketer untuk lebih fokus dengan pasar yang paling potensial. Mengingat bahwa sumber daya satu perusahaan dengan perusahaan lainnya sangat beragam sehingga perusahaan anda perlu membidik pasar yang sesuai dengan sumber daya perusahaan anda.

Baru setelah anda memiliki target pasar yang jelas serta fokus maka memungkinkan untuk kedepannya anda menargetkan pasar sekitarnya.

Mis: Jika pada awalnya target pasar anda Jakarta maka setelah produk dan brand anda kuat, anda dapat mulai mengembangkan usaha anda untuk menargetkan daerah sekitar Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi atau bahasa jawanya expand

Selain itu jika tidak memiliki target pasar yang spesifik akan sangat menyulitkan untuk melakukan promosi komunikasi karena mulai dari sisi disain eksterior dan interior restoran,
promosi dan komunikasi untuk pasar dengan target anak-anak, remaja dan orang tua pastilah berbeda satu sama lainnya.

Dimana saya berikan contoh sederhana dalam industri properti yang mana orang tua dengan usia diatas 40 tahun
rata – rata menginginkan properti dengan design mediteranian sedang orang muda dengan usia sekitar 25 – 40 tahun rata – rata menginginkan properti dengan design minimalis yang mana saat ini sedang tren.

Akan tetapi perlu dicermati bahwa kemampuan membeli 2 target pasar tersebut sangat berbeda.
Yang mana orang tua ( > 40 tahun ) rata – rata memiliki kemampuan membeli 2 – 5 kali dari orang muda
( < 40 tahun )

Jadi sekali sebisa mungkin anda fokus pada target pasar anda yang paling potensial serta berdasarkan sumber daya yang ada.

Salam Marketing

Wijaya Tjandra

Apa lagi neh IMC ? Apakah sejenis TTM eh salah TTL ?

Alow semua para marketer,

Karena banyaknya permintaan untuk membahas lebih lanjut apa seh itu IMC atau istilah kerennya Intergrated Marketing Communication, maka saya mencoba menjelaskan secara singkat apa seh yang dimaksud dengan IMC ini.

Seperti yang telah saya tulis sebelumnya pada blog saya dengan judul Apa seh itu ATL, BTL dan TTL ? dan Awareness dan Image building vs Brand Activation saya sudah menjelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan IMC yang memiliki nama lainnya TTL.

So … to the point saja Integrated Marketing Communications merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendekatan yang menggabungkan elemen – elemen yang terdapat pada ATL dan BTL menjadi satu intergrasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran baik secara biaya maupun penetrasi pasar.

Selain itu IMC bertujuan untuk memastikan konsistensi pesan dan penggunaan media – media yang saling melengkapi. IMC ini mencakup menggunakan semua teknik baik dengan menggunakan pemasaran online maupun offline.

Pada tahun – tahun sebelumnya pemasaran hanya ada beberapa teknik yang meliputi pengunaan pemasaran yang menggunakan media massa seperti TV, Billboard dsb (yang masih sampai saat ini disebut ATL) atau menggunakan pameran, event, seminar dsb (yang masih sampai saat ini disebut BTL).

Nah dengan perkembangan Internet dan Website yang luar biasa dalam beberapa tahun ini. Maka terdapat satu alternatif tambahan dalam memasarkan produk atau jasa. Sekali lagi Internet dan Website merupakan salah satu alternatif tambahan. Jadi tidak mungkin menginginkan hasil maksimal hanya dari memasarkan menggunakan internet saja.

Karena itu lahirlah istilah TTL atau kerennya disebut IMC, yang menyatukan semua alternatif – alternatif pemasaran yang ada menjadi satu. Seperti contoh sekarang ini sudah banyak dapat dilihat jika sebuah perusahaan akan lauching satu produk mereka akan melakukan pemasaran dengan menggunakan Media massa, melakukan pameran di mall, serta membuat website yang berhubungan dengan produk tersebut.

Adapun teknik – teknik pemasaran online meliputi e-kampanye pemasaran atau program, optimasi mesin pencari (SEO), bayar per-klik, afiliasi, email, banner ke web, blog, micro-blogging, RSS, podcast, dan TV Internet. Sedangkan pemasaran tradisional Offline meliputi penggunaan media cetak (koran, majalah), mail order, hubungan masyarakat, hubungan industri, papan reklame, radio, dan televisi.

Jadi… supaya anda tidak pusing baca tulisan diatas maka secara singkat IMC adalah Integrasi semua alat pemasaran, pendekatan, dan sumber daya dalam suatu perusahaan yang memaksimalkan dampak pada benak konsumen dengan hasil yang maksimum dan dengan biaya yang minimum.

Moga – moga dengan artikel singkat ini temen – temen makin tercerahkan ….

Salam Marketing
Wijaya Tjandra

Tujuh langkah mudah dalam membuat strategi media planning

Yoo … para marketer semua,

Selamat pagi semuanya, saya mengharapkan di pagi yang cerah ini anda semua memiliki semangat yang luar biasa dan tentu-nya dengan hasrat untuk terus belajar dan belajar yang tidak pernah habis.

Hari ini saya akan coba membagikan sebuah guideline  dalam membuat strategi media planning. Dan saya berharap dengan tulisan ini saya dapat membantu rekan – rekan semua.

Ok kembali ke topik semula … jadi apa saja sih 7 langkah tersebut  dalam pembuatan media planning ?

1.    Anda harus  mengetahui dan mempelajari detail produk anda.

o  Seperti apa saja sih keunggulan dan kelemahan produk anda ?

Hal ini sangat penting dalam menentukan dan mempengaruhi strategi apa yang akan anda gunakan kemudian.
Jadi ingat anda harus benar – benar mempelajari dan mengetahui secara detail produk anda sejelas – jelasnya persis seperti anda suka dengan seseorang. Dan itu termasuk harga, distribusi, posisi di pasar dan masih banyak kriteria lainnya. Seperti kata peribahasa “Tak kenal maka tak sayang”.

2.    Anda harus menganalisa Kompetitor  anda dan keadaan pasar saat ini seperti apa.

o  Siapa saja kompetitor langsung dan kompetitor  tidak langsung produk anda.
o  Apa saja keunggulan dan kelemahan dari masing – masing produk kompetitor anda.
o  Strategi brand apa yang kompetitor anda gunakan ?
o  Strategi media apa yang kompetitor anda gunakan ?
o  Bagaimana pola beriklan kompetitor anda ?
o  Media – media apa saja yang kompetitor anda gunakan  ?

Anda dapat mengestimasi kira – kira berapa besar budget mereka, dan jika memungkinkan berapa besar budget marketing mereka ?

3.    Analisa target audience anda

o  Siapa target pasar yang hendak anda tuju ?
o  Analisa pasar anda berdasarkan demografi, geografi dan lifestyle

4.    Tentukan tujuan utama anda melakukan pemasaran itu sendiri

o  Tanyakan kepada diri anda sendiri  tujuan anda beriklan itu apa ?
o  Tujuan anda melakukan pemasaran itu apa ?
o  Apakah tujuan tersebut dapat diukur ? Karena tujuan yang baik adalah tujuan yang dapat anda ukur. Kenapa ?

Karena jika tujuan tersebut tidak dapat anda ukur, bagaimana anda tahu bahwa strategi pemasaran yang anda gunakan sudah tepat sasaran.

5.    Kembangan Strategi  yang anda gunakan

o  Tanyakan kepada diri anda apa saja tujuan yang hendak dicapai ?
    Dan mulailah dari akhir yaitu dari tujuan  akhir tersebut disesuaikan strategi yang akan anda gunakan.
o  Menentukan strategi – strategi  yang harus ditempuh untuk mencapai satu tujuan.
    Tentunya dengan mempertimbangkan semua analisa yang telah didapat ( produk, kompetitor dan target audience ).
o  Memilih dan menentukan media yang tepat untuk mengeksekusi strategi yang telah ditentukan.
    Yang mana akan dibahas pada point berikutnya.

6.    Analisa Media yang akan anda gunakan

o  Apa saja keunggulan dan kelemahan dari media yang akan anda pilih ?
o  Apa karakteristik unik dari media tersebut ?
o  Berapa besar target pembaca-nya ?
o  Target pembaca-nya melingkupi segment apa saja ?
o  Berapa besar ruang lingkup area media tersebut ?
o  Berapa besar harga yang harus dikeluarkan per kontrak ?
o  Isi konten dan pendekatan media tersebut ?

7. Analisa dan Ukur budget/biaya anda

Salam Sukses
Wijaya Tjandra

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.